PR1

PayPal

Thursday, October 12, 2017

KASIHANILAH MEREKA


Seorang perempuan menjawab ketukan pada pintu rumahnya, dan menemukan seorang laki-laki berwajah sedih.
Laki-laki itu berkata, "Saya minta maaf karena menganggu anda. Tetapi saya sedang mengumpulkan dana untuk sebuah keluarga malang yang masih tetangga kita.

Sang ayah baru kehilangan pekerjaannya, anak-anaknya kelaparan, barang-barang berharga mereka sudah habis dijual. Tidak lama lagi fasilitas air dan listrik mereka akan diputus, dan lebih buruk dari itu, mereka harus meninggalkan apartemen bila mereka tidak mebayar sewa petang hari ini."
"Saya senang sekali dapat membantu," kata perempuan itu dengan
sungguh-sungguh. "Tetapi siapakah anda ini?"
"Saya adalah pemilik apartemen itu," sahutnya.
Smiley...! Jangan mendorong orang lain berbuat baik demi keuntungan diri sendiri. Jangan menggugah rasa iba orang lain, karena terkadang diri sendiri yang perlu dikasihani. (010901)
(Diadaptasi dari Glenn Van Ekeren, 12 Simple Secrets of Happiness)


JANGAN DITUNDA LAGI


If not now when, if not we who else ..."
kalimat yang pernah dilontarkan mantan Presiden
Amerika Serikat, Ronald Reagan pada satu kesempatan
pidatonya saat ia menduduki jabatan paling bergengsi
di Amerika itu, jabatan yang juga bergengsi di setiap
negara tentunya. Kurang lebih, kalimat tersebut
bermakna bahwa segala sesuatunya harus dikerjakan
sekarang, saat ini juga karena belum tentu ada
kesempatan kedua untuk melakukannya, dan kitalah juga
yang harus melakukan hal tersebut, jangan berharap
kepada orang lain.
Tentu saja, jauh sebelum si Cowboy AS itu mengucapkan
kalimat yang sebenarnya tidak terlalu terkenal itu,
Muhammad Saw, manusia mulia yang menempati urutan
nomor wahid dalam deretan 100 tokoh paling berpengaruh
di dunia yang ditulis Michael H Hartz, mengucapkan
kalimat yang jauh lebih populer, "Gunakanlah waktu
lapangmu sebelum datang sempitmu ...". Juga ada satu
ungkapan hikmah yang terkenal, "Bekerjalah kamu seolah
kamu akan hidup selama-lamanya dan beribadahlah seolah
kamu akan mati besok". Ada garis persamaan yang bisa
ditarik, meski ketiga kalimat diatas sebenarnya tidak
terlalu berhubungan, tapi ketiganya sangat berhubungan
dengan bagaimana kita memanfaatkan waktu sebaik
mungkin.
Sesuai dengan sifatnya, waktu yang akan selalu
bergerak maju, -karena tak pernah ada waktu yang bisa
diulang seperti dalam film Quantum Leap yang
dibintangi oleh Cliff Baker- maka tak mengherankan
jika Allah melabeli "orang merugi" bagi mereka yang
tidak memanfaatkan waktunya dengan baik dan tepat.
Karena sifatnya yang tidak bisa diulang itulah, maka
kita seharusnya mengambil setiap kesempatan sesempit
apapun yang datang, agar setiap waktu yang terlewati
itu terisi dengan hal-hal bermakna dalam hidup kita.
Dalam surat yang sama (al Ashr) diperingatkan pula
tentang sifat waktu yang lain, betapa waktu yang
berjalan itu juga begitu singkat menghampiri kita.
Manusia yang lalai, malas dan tidak menghargai waktu,
tentu masuk dalam kategori "merugi" tadi.
Pada kenyataannya, jika kita mau sejenak saja menengok
ke belakang, maka akan kita sadari -lebih ekstrimnya
kita sesali- karena begitu banyaknya waktu yang
terlewati dengan sia-sia, sungguh tak terhitungnya
kesempatan berlalu yang hampa makna seolah waktu yang
diberikan Allah begitu tak berarti, bahkan seringkali
tak bernilai sama sekali. Tentu saja, setelah
menyadari -atau menyesali- kenyataan waktu yang sudah
terlewati itu, dua bibir ini secara refleks membentuk
huruf "O" seraya mengeluarkan kata "Ooh". Mungkin ada
yang lebih parah lagi, ini sangat tergantung pada
seberapa menyesalnya kita atas berbagai kesempatan
yang tersia-siakan itu, maka jari telunjuk pun segera
nangkring diantara gigi atas dan bawah kita.
Sepantasnya kita menangis tatkala menyesali semua itu,
namun apa manfaatnya? biarlah yang berlalu itu
dijadikan pelajaran yang berharga bagi kita untuk
tidak tersudutkan pada predikat 'bodoh', karena konon,
orang bodoh adalah orang yang mengulangi kesalahan
yang sama, dia bodoh karena tidak belajar dari
kesalahan pertamanya, hanya itu. Toh, saat ini kita
masih punya waktu, entah sampai kapan Dia memberikan
waktu ini, who knows? Tapi yang jelas, dengan berbekal
satu tekad, "Hari ini harus lebih baik dari kemarin"
maka melangkahlah kita untuk memulai hari-hari,
menggunakan waktu dan kesempatan yang tersedia didepan
kita sebaik mungkin, seefektif mungkin, seefisien
mungkin agar kelak ada yang bisa kita ceritakan dengan
bangga -tanpa bertepuk dada- kepada anak cucu kita.


HARI INI


Aku akan memulainya dengan ucapan syukur dan senyuman bukan kritikan.
Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam, karena tak sedetik pun dapat ditarik kembali.

Hari ini tidak akan kusia-siakan, seperti waktu lalu yang terbuang percuma.
Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan tentang apa yang akan terjadi esok.

Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan terjadi.
Hari ini aku belajar lagi, untuk merubah diri sendiri.

Hari ini akan kuisi dengan karya.

Kutinggalkan angan-angan, yang selalu mengatakan: "Aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah."

Jikalau keadaan tetap sama saja, dengan kemurahan-Nya aku tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku.

Hari ini aku akan berhenti berkata: "Aku tidak punya waktu"
Karena aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk apapun.
Jika aku ingin memiliki waktu, aku harus meluangkannya.

Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku.
Akan kulakukan yang terbaik dan tidak akan ditunda sampai esok.
Karena hari esok belum tentu ada.


Kata Bijak
Jangan lihat masa lampau dengan penyesalan; jangan pula lihat masa depan dengan ketakutan; tapi lihatlah sekitar anda dengan penuh kesadaran. (James Thurber)


DI BALIK KEGAGALAN



Bila anda mencari alasan untuk sebuah kegagalan, anda bisa temukan berjuta-juta dengan mudahnya. Namun, alasan tetaplah alasan. Ia takkan mengubah kegagalan menjadi keberhasilan.
Kerapkali, alasan serupa dengan pengingkaran. Semakin banyak menumpuk alasan, semakin besar pengingkaran pada diri sendiri.
Ini menjauhkan anda dari keberhasilan; sekaligus melemahkan kekuatan diri sendiri. Berhentilah mencari suatu alasan untuk menutupi kegagalan. Mulailah bertindak untuk meraih keberhasilan.
Belajarlah dari penambang yang tekun mencari emas. Ditimbanya berliter-liter tanah keruh dari sungai. Ia saring lumpur dari pasir. Ia sisir pasir dari logam. Tak jemu ia lakukan hingga tampaklah butiran emas berkilauan.
Begitulah semestinya anda memperlakukan kegagalan. Kegagalan itu seperti pasir keruh yang menyembunyikan emas. Bila anda terus berusaha, tekun mencari perbaikan di sela-sela kerumitan, serta berani menyingkirkan alasan-alasan, maka anda akan menemukan cahaya kesempatan.
Hanya mencari alasan, sama saja dengan membuang pasir dan semua emas yang ada di dalamnya.


CINTA



1.    Jangan tertarik kepada seseorang karena     parasnya, sebab keelokan      paras      dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik     kepada kekayaannya      karena      kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada     seseorang yang dapat     membuatmu      tersenyum, karena hanya senyum yang dapat     membuat hari-hari yang      gelap      menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang    seperti     itu.          
2.    Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu     sangat merindukan     seseorang      sehingga ingin hati menjemputnya dari alam     mimpi dan memeluknya      dalam      alam nyata.      Semoga kamu memimpikan orang seperti itu. 
3.    Bermimpilah tentang apa yang ingin    kamu     impikan,     pergilah      ke      tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah     seperti yang kamu      inginkan,      karena kamu hanya memiliki satu kehidupan    dan     satu kesempatan      untuk      melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.          
4.    Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang     cukup untuk membuatmu      baik      hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat,     kesedihan yang cukup      untuk      membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup    untuk     membuatmu     bahagia      dan      uang yang cukup untuk membeli segala    keperluanmu.          
5.    Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup,     pintu yang lain      dibukakan.      Tetapi acap kali kita terpaku terlalu lama     pada pintu yang      tertutup      sehingga tidak melihat pintu lain yang    dibukakan     bagi kita.          
6.    Sahabat terbaik adalah dia yang dapat    duduk     berayun-ayun di      beranda      bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah     katapun, dan kemudian      kamu      meninggalkannya dengan perasaan telah     bercakap-cakap lama     dengannya.          
7.    Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa    yang     kita miliki sampai      kita      kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa     kita tidak tahu apa      yang      belum pernah kita miliki sampai kita     mendapatkannya.          
8.    Pandanglah segala sesuatu dari kacamata    orang     lain. Apabila     hal      itu      menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu     menyakitkan hari orang      lain      pula.          
9.    Kata-kata yang diucapkan sembarangan    dapat     menyulut     perselisihan.      Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu     kehidupan. Kata-kata      yang      diucapkan pada tempatnya dapat meredakan     ketegangan. Kata-kata      yang      penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.          
10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang     yang kita cintai      menjadi      dirinya sendiri, dan tidak merubahnya    menjadi      gambaran yang      kita      inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai     pantulan diri sendiri      yang      kita temukan di dalam dia.          
11. Orang-orang yang paling berbahagiapun    tidak     selalu memiliki      hal-hal      terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan    yang     terbaik dari     setiap      hal      yang hadir dalam hidupnya.          
12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu     dengan beberapa orang      yang      salah sebelum bertemu dengan orang yang     tepat, kita harus      mengerti      bagaimana berterimakasih atas karunia itu.          
13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk    menaksir     seseorang, sejam      untuk      menyukai seseorang dan sehari untuk     mencintai seseorang,     tetapi      diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan     seseorang.        
14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang    menangis,     mereka yang      disakiti      hatinya, mereka yang mencari dan mereka    yang     mencoba. Karena      hanya      mereka itulah yang menghargai pentingnya     orang-orang yang pernah      hadir      dalam hidup mereka.          
15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa,     gairah, romantika dan      masih      tetap perduli padanya.          
16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah    ketika     kamu bertemu      seseorang      yang sangat berarti bagimu dan mendapati     pada akhirnya bahwa      tidak      demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.         
17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman,    bertumbuh     dengan sebuah     ciuman      dan berakhir dengan tetesan air mata.          
18. Cinta datang kepada mereka yang masih     berharap sekalipun     pernah      dikecewakan, kepada mereka yang masih     percaya sekalipun      pernah      dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai     sekalipun pernah      disakiti      hatinya.          
19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang     tidak mencintaimu,      tetapi      lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang    dan     tidak pernah      memiliki      keberanian untuk mengutarakan cintamu    kepadanya.          
20. Masa depan yang cerah selalu tergantung pada     masa lalu yang      dilupakan.      Kamu tidak dapat hidup terus dengan baik     jika kamu tidak      melupakan      kegagalan dan sakit hati di masa lalu.          
21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal    jika     kami masih mau     mencoba,      jangan pernah menyerah jika kamu masih    merasa     sanggup, jangan      pernah      mengatakan kamu tidak mencintainya lagi    jika     kamu masih tidak      dapat      melupakannya.        
22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang     bukanlah jaminan dia      akan      membalas cintamu. Jangan mengharapkan    balasan     cinta, tunggulah      sampai      cinta berkembang di hatinya, tetapi jika     tidak, berbahagialah      karena      cinta tumbuh di hatimu.          
23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar    tetapi     tidak akan pernah      kamu      dengar dari orang yang kamu harapkan    untuk     mengatakannya.      Namun      demikian, janganlah menulikan telinga untuk     mendengar dari orang      yang      mengatakannya dengan sepenuh hati.          
24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan     orang-orang di      sekelilingmu      tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada     waktu kamu meninggal,      kamu      tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu     menangis.




DAYA TAHAN


 Apakah daya tahan itu? Daya tahan bukan sekedar kekuatan untuk bertahan di tengah kesulitan. Namun, menjaga agar tak kehilangan kemampuan untuk tumbuh dan berkembang ketika situasi memungkinkan. 

Ini berarti bukan sekedar memupuk ketegaran dalam menghadapi apa yang sedang terjadi. Tapi tetap melihat masa depan tanpa kehabisan harapan dan peluang. Karena itu daya
tahan adalah seni untuk tumbuh.

Sedangkan daya tumbuh adalah seni menghadapi hidup. Kehilangan pertumbuhan sama dengan mandegnya kehidupan anda.

Biji rumput yang runtuh di gurun gersang takkan kehilangan daya tumbuhnya, meski ia terpendam berbulan-bulan jauh di dalam pasir panas.

Dan, ketika rintik hujan pertama turun, seketika itu biji bergeliat merekah, menumbuhkan akar dan beranak-pinak. Demikian buah kelapa yang bertahan di tengah ombang-ambing gelombang samudera, tetap tak kehilangan daya tumbuhnya sesaat setelah menyentuh pantai harapan.

JANGAN HANYA SEKEDAR BERTAHAN, asahlah agar anda tak kehilangan daya tumbuh; yaitu DAYA HIDUP KITA SESUNGGUHNYA.




Saturday, July 29, 2017

Anak Tuhan Hidup Karena Percaya ( Suyapto T )

"sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat" 
2 Korintus 5:7

"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." (Ibrani 11:1)

Jadi, iman menjadi dasar bagi orang percaya dalam menjalankan hidup kekristenan. Karena itu kita harus memiliki iman yang hidup (aktif), karena "...tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia."(Ibrani11:6)
Iman adalah kemampuan Ilahi yang sanggup melihat apa yang tidak sanggup diihat mata jasmani. Orang Kristen yang beriman percaya dan memiliki keyakinan yang kuat akan Tuhan dan janji-janjiNya meski hal itu belum menjadi kenyataan. Orang Kristen yang beriman tidak ragu dan bimbang akan segala janji Tuhan, sebaliknya memegang teguh janji itu tanpa mempertanyakannya, terus bersabar dan bertekun menantikan janji Tuhan tersebut, dan menjalani hidup dengan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan hari lepas hari.
Meski menghadapi tantangan dan ujian yang berat Rasul Paulus tidak tawar hati:  "...meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."  (2 Korintus 4:16) Rasul Paulus yakin benar bahwa penderitaan yang dialaminya itu tidak sebanding dengan kemuliaan yang Tuhan sediakan kelak (baca Roma8:18). Banyak anak Tuhan yang menjalani hidupnya dengan letih lesu, keluh kesah, persungutan, omelan dan sebagainya karena fokusnya hanya tertuju pada besarnya masalah dan situasi yang ada.
Mari kita belajar meneladani Paulus yang senantiasa berjalan dengan iman. Adalah rugi besar jika kita tidak bersungguh-sungguh beriman kepada Tuhan karena dengan iman, kita mampu melihat betapa dahsyatnya kuasa Tuhan yang tidak bisa kita gambarkan. Secara jasmani Tuhan tidak kelihatan, tetapi Ia ada, dan kuasaNya tidak berubah, baik dulu, sekarang dan sampai selamanya.  Pemazmur berkata,  "Orang bebal berkata dalam hatinya:  'Tidak ada Allah!'"  (Mazmur 53:2a).  Jadi menurut Alkitab hanya orang bodoh dan gila saja yang berkata bahwa Tuhan itu tidak ada! Iman tidak saja memampu-kan seseorang melihat yang tidak kelihatan, tetapi bisa melihat sisi positif dari segala yang buruk sekali pun.
"Kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."  2 Korintus 4:18

Gembala Sidang Anda: Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa MTh.