PR1

PayPal

Monday, April 16, 2018

Kebiasaan Orang Sukses




Kesuksesan adalah obsesi setiap insan di dunia ini. Dan apapun akan diusahakan untuk meraih sukses itu. Memang, walau ukuran sukses bagi tiap orang berbeda-beda, tetapi apapun judulnya pastilah setiap orang ingin sukses.

Mungkin banyak yang masih bingung, bagaimana sih mencapai sukses itu? Apakah harus selalu bekerja keras, pantang menyerah, dan tidak mengenal lelah?
Menurut David C. Mc Clelland, seorang guru besar di Amerika yang mendalami perjalanan orang-orang sukses di dunia, mereka yang sukses adalah orang-orang yang tidak pernah berhenti mencoba, sekalipun awalnya mereka harus menemui kegagalan. Untuk lebih jelasnya, bagi anda yang ingin sukses, coba ikuti apa saja yang dilakukan oleh orang-orang sukses berikut ini, menurut penelitian
yang telah dilakukan oleh Mc Clelland:
- Orang sukses selalu percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.
- Orang sukses mau mengambil risiko. Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru untuk mengikuti perkembangan jaman. Apapun akan dilakukan
oleh mereka untuk mencapai sukses, sepanjang jalan yang dilewatinya positif.
- Orang sukses mampu menikmati apa yang mereka kerjakan. Mereka selalu melihat pekerjaan sebagai hobi atau kesenangan. Mereka juga memilih pekerjaan yang dapat melecut semangat juang mereka. Karena orang sukses menyukai tantangan. Mereka sangat menikmati proses pencapaian kesuksesan mereka, dimanapun mereka berada.
- Orang sukses adalah orang yang tak pernah berhenti belajar. Mereka sangat menyadari bahwa ilmu pengetahuan tidak pernah berakhir sekalipun kehidupan nyaris berakhir. Ilmu pengetahuan bisa didapat dari buku-buku pengetahuan, surat kabar, majalah, televisi, internet dan lain-lain. Jangan khawatir, di jaman teknologi informasi dewasa ini anda nggak akan kekurangan media untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Ingat, dengan pengetahuan yang cukup, anda akan semakin percaya diri dan leluasa melangkah di dunia kerja.
- Orang sukses selalu berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan. Mereka mampu menyemangati diri sendiri untuk berhasil meraih sukses. Karena umumnya, orang sukses punya cara tersendiri untuk memotivasi diri hingga mereka dapat terus berkarya. Hebatnya, mereka pun mampu menyemangati orang lain
untuk mencapai sukses yang diinginkan.
- Orang sukses tidak pernah setengah-setengah dalam bekerja. Mereka memiliki semangat yang membara dan kekuatan yang penuh untuk mencapai kesuksesan. Mereka pandai memanfaatkan waktu dengan baik dalam kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
Nah apakah anda juga ingin sukses? Pasti lah ya...! So, kalau anda ingin sukses coba aja ikuti apa yang sering dilakukan oleh mereka yang sukses. Siapa tahu, sukses itu milik anda.

Kaya Pengalaman




Pengalaman teman kami ini membuat lidah kami berdecak. Ketika kami berkunjung ke kotanya, ia bercerita bahwa ketika kanak-kanak ia pernah bersepeda puluhan kilometer membelah sawah, kebun tebu dan hutan kecil yang sekarang menjadi lahan perumahan megah.

Ia pun bercerita tentang kegiatan masa kecilnya, seperti mengeringkan daun, mengawetkan belalang dan kupu-kupu, membuat rumah burung, menyusun kliping, dan tak lupa membolos. Ketika remaja, pernah menjadi kenek truk hingga ke seberang pulau,membaca banyak buku dan sastra, bahkan sempat mencuri buku yang diidamkannya dari perpustakaan sekolah, menulis beberapa cerita dan puisi, takut berlatih silat meski banyak temannya adalah pendekar.

Pernah juga berteman dengan pelukis, memainkan Bach, menjadi offisial atlet cacat, memunguti ikan yang tercecer saat musim pemindahan ikan di tambak rakyat tiba, dan semua
pengalaman lain yang sangat menarik disimak.

"Pengalaman anda kaya sekali," ujar kami. "Tidak!" tukasnya. Sambil menatap keheranan ia melanjutkan, "Jangan salah sangka. Semua orang memiliki pengalaman yang sama kayanya. Hanya saja tidak semua orang mampu menghargai dan mengambil pelajaran darinya.

Bila kau benar-benar terserap dalam setiap garis pengalaman hidupmu, kau akan sadari tiada satu pun yang sia-sia dalam hidup ini.

Hidup ini terlalu cantik untuk diacuhkan.
Bila kau merasa hidupmu hampa,
itu karena kau tak menghargainya."

Jalan Pintas




Keberhasilan tak diperoleh begitu saja. Ia adalah buah dari pohon kerja keras. Jangan terlalu berharap pada kemujuran. Tahukah anda apa itu kemujuran? Bukankah, kita tak selalu mampu menjelaskan dari mana datangnya kemujuran.

Sadarilah bahwa segala sesuatu perlu berjalan alami dan semestinya. Pertumbuhan diri adalah proses mendaki tangga. Anda harus melalui anak tangga satu per satu. Tak perlu repot mencari-cari jalan pintas, karena tak ada jalan pintas.

Hargai saja setiap langkah kecil yang membawa anda maju. Ketergesaan adalah beban yang memberati langkah saja.
Amatilah jalan lurus anda. Tak peduli bergelombang atau berbatu, selama anda yakin berada di jalan yang tepat, maka melangkahlah terus. Dan, jalan yang tepat itu adalah jalan yang menuntun anda menjadi diri anda sendiri.

*
Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki.
(Mahatma Gandhi)
Orang yang jujur akan tetap jujur, termasuk dalam bidang politik.
(Mahatma Gandhi)

BELAJAR DARI KELEDAI




Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup – karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam.
Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa  punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu

Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu,si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik.
Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !

~~~

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran
kepadamu, segala macam tanah dan kotoran.
Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah,
beban pikiran) adalah dengan menguncangkan segala tanah
dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita)
dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan
hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah.
Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah ! Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan
melangkahlah naik !!!

"Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !

Pantang Menyerah



Seorang anak sambil menangis meninggalkan sekolahnya. Ia mengenggam selembar kertas di tangannya yang dititipkan gurunya untuk diberikan kepada orangtuanya. Di atas kertas itu tertulis, ‘Karena anakmu terlampau bodoh dan tak mampu memahami pelajaran serta menghambat kemajuan proses pelajaran sekolah, dan demi rasa tanggung jawab kami terhadap murid-murid yang lain, maka kami sangat mengharapkan agar anak ini secara terhormat menarik diri sendiri dari sekolah.’

Setelah membaca nota tersebut, ibunya tak mampu menahan sedih. Air matanya mengalir deras. Ia sama sekali tak percaya kalau anaknya itu terlampau bodoh dan tak mampu memahami pelajaran sekolah. Ia lalu memutuskan, ‘Kalau guru tidak mengajarnya, aku akan menjadi guru bagi anakku sendiri.’

Tahukah anda apa yang terjadi pada diri anak tersebut setelah beberapa tahun kemudian? Pada saat kematiannya, anak yang dianggap bodoh oleh para gurunya serta dididik sendiri oleh ibunya itu , mendapat penghargaan amat besar oleh seluruh penduduk Amerika. Pada tanggal 18 Oktober 1931 malam hari jam 9.55 menit, seluruh Amerika memadamkan semua lampu listrik untuk mengenang jasa seorang penemu besar, Thomas Alva Edison, seorang yang dianggap bodoh namun telah merubah arah perkembangan dunia. Kemajuan telekomunikasi modern juga kembali bermuara pada jasanya. Thomas tidak menyerah pada penilaian orang lain yang merendahkan dirinya.

-----------
Mungkin andapun meragukan kemampuan diri anda. Namun janganlah anda menilai dirimu terlampau rendah. 

Thursday, October 12, 2017

KASIHANILAH MEREKA


Seorang perempuan menjawab ketukan pada pintu rumahnya, dan menemukan seorang laki-laki berwajah sedih.
Laki-laki itu berkata, "Saya minta maaf karena menganggu anda. Tetapi saya sedang mengumpulkan dana untuk sebuah keluarga malang yang masih tetangga kita.

Sang ayah baru kehilangan pekerjaannya, anak-anaknya kelaparan, barang-barang berharga mereka sudah habis dijual. Tidak lama lagi fasilitas air dan listrik mereka akan diputus, dan lebih buruk dari itu, mereka harus meninggalkan apartemen bila mereka tidak mebayar sewa petang hari ini."
"Saya senang sekali dapat membantu," kata perempuan itu dengan
sungguh-sungguh. "Tetapi siapakah anda ini?"
"Saya adalah pemilik apartemen itu," sahutnya.
Smiley...! Jangan mendorong orang lain berbuat baik demi keuntungan diri sendiri. Jangan menggugah rasa iba orang lain, karena terkadang diri sendiri yang perlu dikasihani. (010901)
(Diadaptasi dari Glenn Van Ekeren, 12 Simple Secrets of Happiness)


JANGAN DITUNDA LAGI


If not now when, if not we who else ..."
kalimat yang pernah dilontarkan mantan Presiden
Amerika Serikat, Ronald Reagan pada satu kesempatan
pidatonya saat ia menduduki jabatan paling bergengsi
di Amerika itu, jabatan yang juga bergengsi di setiap
negara tentunya. Kurang lebih, kalimat tersebut
bermakna bahwa segala sesuatunya harus dikerjakan
sekarang, saat ini juga karena belum tentu ada
kesempatan kedua untuk melakukannya, dan kitalah juga
yang harus melakukan hal tersebut, jangan berharap
kepada orang lain.
Tentu saja, jauh sebelum si Cowboy AS itu mengucapkan
kalimat yang sebenarnya tidak terlalu terkenal itu,
Muhammad Saw, manusia mulia yang menempati urutan
nomor wahid dalam deretan 100 tokoh paling berpengaruh
di dunia yang ditulis Michael H Hartz, mengucapkan
kalimat yang jauh lebih populer, "Gunakanlah waktu
lapangmu sebelum datang sempitmu ...". Juga ada satu
ungkapan hikmah yang terkenal, "Bekerjalah kamu seolah
kamu akan hidup selama-lamanya dan beribadahlah seolah
kamu akan mati besok". Ada garis persamaan yang bisa
ditarik, meski ketiga kalimat diatas sebenarnya tidak
terlalu berhubungan, tapi ketiganya sangat berhubungan
dengan bagaimana kita memanfaatkan waktu sebaik
mungkin.
Sesuai dengan sifatnya, waktu yang akan selalu
bergerak maju, -karena tak pernah ada waktu yang bisa
diulang seperti dalam film Quantum Leap yang
dibintangi oleh Cliff Baker- maka tak mengherankan
jika Allah melabeli "orang merugi" bagi mereka yang
tidak memanfaatkan waktunya dengan baik dan tepat.
Karena sifatnya yang tidak bisa diulang itulah, maka
kita seharusnya mengambil setiap kesempatan sesempit
apapun yang datang, agar setiap waktu yang terlewati
itu terisi dengan hal-hal bermakna dalam hidup kita.
Dalam surat yang sama (al Ashr) diperingatkan pula
tentang sifat waktu yang lain, betapa waktu yang
berjalan itu juga begitu singkat menghampiri kita.
Manusia yang lalai, malas dan tidak menghargai waktu,
tentu masuk dalam kategori "merugi" tadi.
Pada kenyataannya, jika kita mau sejenak saja menengok
ke belakang, maka akan kita sadari -lebih ekstrimnya
kita sesali- karena begitu banyaknya waktu yang
terlewati dengan sia-sia, sungguh tak terhitungnya
kesempatan berlalu yang hampa makna seolah waktu yang
diberikan Allah begitu tak berarti, bahkan seringkali
tak bernilai sama sekali. Tentu saja, setelah
menyadari -atau menyesali- kenyataan waktu yang sudah
terlewati itu, dua bibir ini secara refleks membentuk
huruf "O" seraya mengeluarkan kata "Ooh". Mungkin ada
yang lebih parah lagi, ini sangat tergantung pada
seberapa menyesalnya kita atas berbagai kesempatan
yang tersia-siakan itu, maka jari telunjuk pun segera
nangkring diantara gigi atas dan bawah kita.
Sepantasnya kita menangis tatkala menyesali semua itu,
namun apa manfaatnya? biarlah yang berlalu itu
dijadikan pelajaran yang berharga bagi kita untuk
tidak tersudutkan pada predikat 'bodoh', karena konon,
orang bodoh adalah orang yang mengulangi kesalahan
yang sama, dia bodoh karena tidak belajar dari
kesalahan pertamanya, hanya itu. Toh, saat ini kita
masih punya waktu, entah sampai kapan Dia memberikan
waktu ini, who knows? Tapi yang jelas, dengan berbekal
satu tekad, "Hari ini harus lebih baik dari kemarin"
maka melangkahlah kita untuk memulai hari-hari,
menggunakan waktu dan kesempatan yang tersedia didepan
kita sebaik mungkin, seefektif mungkin, seefisien
mungkin agar kelak ada yang bisa kita ceritakan dengan
bangga -tanpa bertepuk dada- kepada anak cucu kita.