PayPal

Sunday, February 15, 2015

Yesus Tidak Pernah Mengecewakan


 “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.” (Maleakhi 3:6)
                Setiap orang percaya diberi Tuhan hak menjadi anak Allah, maka disebut sebagai anak-anak Allah (Yoh 1:12),  "Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah,"  (Roma 8:17).  Ketahuilah posisi kita sebagai anak Allah bisa menikmati janji-janji Allah, lalu mengapa kita tetap saja gelisah, galau, putus asa dan bertanya-tanya dalam hati,  "Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kau sembunyikan wajah-Mu terhadap aku?"  (Mazmur 13:2).  Tidak jarang kita mempertanyakan janji-janji Tuhan yang berkenaan dengan:  pertolongan, pemulihan, pembelaan, kesembuhan, dan kemenangan.  Kita berpikir bahwa kita sudah melakukan bagian kita, tapi mengapa Tuhan belum juga menunjukkan tanda-tanda untuk menggenapi janji-Nya dalam kita.
Yosua menegur keras orang-orang Israel demikian,  "Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu?"  (Yosua 18:3).  Sesungguhnya Tanah Perjanjian sudah disediakan bagi bangsa Israel, tapi mereka tidak mau membayar harga untuk melangkah menduduki negeri tersebut.  Kemalasan, ketidak-sabaran, ketidaktekunan, kekuatiran, ketakutan, keraguan, atau persungutan yang kita tunjukkan adalah hal-hal yang menjadi faktor pnghalang bagi kita untuk mengalami penggenapan janji Tuhan, padahal janji Tuhan itu sudah disediakan bagi kita. 
Tidak ada janji yang Tuhan berikan kepada umat-Nya yang tidak Ia genapi.  Tuhan yang dahulu berjanji kepada Abraham atau Yosua adalah Tuhan yang sama yang juga berjanji kepada kita:  "Sebab Kristus adalah 'ya' bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan 'Amin' untuk memuliakan Allah."  2 Kor 1:20

Di segala keadaan,” sebab semua Orang yang berkhianat kepada-Mu akan dipermalukan, tetapi yang percaya kepada-Mu tak akan dikecewakan.” (Mazmur 25:3, BIS).

Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa MTh.

Sunday, February 8, 2015

Ibadah Selalu Mendatangkan Keuntungan (Suyapto T)


"Kamu berkata: 'Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?'"  Maleakhi 3:14

Ada sebagian dari kita sepertinya kurang bergairah dalam mengikuti ibadah. Padahal perhatikan, Rasul Paulus menasihati Timotius,  "Latihlah dirimu beribadah."  (1 Timotius 4:7b).  Mengapa kita harus terus melatih diri dalam hal ibadah?  Karena ibadah itu berguna dalam segala hal dan mengandung janji, artinya ada berkat-berkat yang luar biasa disediakan Tuhan bagi setiap orang yang menghormati Tuhan dan beribadah kepada-Nya dengan sungguh.  "Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar."  (1 Tim 6:6).  Jadi dibutuhkan sikap dan motivasi yang benar bagi seseorang untuk mengalami kuasa dan berkat dalam ibadah.
Pertanyaannya sudahkah kita menjadikan ibadah sebagai kebutuhan utama dalam hidup ini?  Atau kita berpikir bahwa beribadah kepada Tuhan itu tidak ada untungnya dan hanya membuang-buang waktu saja?  Alkitab menegaskan,  "...dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."  (1 Kor 15:58b), bahkan mendatangkan keuntungan besar, “Dalam tiap jerih payah ada keuntungan,...”  (Amsal 14:23a).  Pertanyaan:  seberapa besar kerinduan kita untuk bertemu Tuhan dalam setiap ibadah?  Adakah kita memiliki rasa haus dan lapar akan kebenaran seperti yang ditunjukkan oleh jemaat gereja mula-mula, sehingga kehidupan mereka  "...disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan."  (Kisah 2:47)?
Sekarang perhatikan keuntungan-keuntungan bagi orang yang setia beribadah kepada Tuhan dan melayani Dia, yaitu seperti yang selalu disampaikan pada setiap kali doa berkat :  "TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera."  (Bil 6:24-26).  Artinya mereka yang setia beribadah akan mengecap segala kebaikan Tuhan, beroleh perlindungan Tuhan, dipenuhi oleh damai sejahtera, sehingga hidupnya senantiasa bercahaya dan menjadi berkat bagi orang lain;  dan Tuhan pun akan berkata,  "...Aku telah mendapat...seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan kehendak-Ku."  (Kisah 13:22b).

                Ikutilah ibadah dengan rasa haus dan lapar, niscaya kita akan selalu menikmati keuntungan yang dijanjikan Tuhan.

Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa MTh.

Sunday, January 25, 2015

Langkah-langkah Pemulihan (Suyapto T)


"Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!"  Mazmur 126:4

              Empat Minggu telah kita lewati dalam menapaki tahun2015 ini. Banyak hal baik ataupun yang kurang menyenangkan kita alami dalam 2014. Sebagai anak Tuhan kita hendaknya jangan terlarut dalam kesalahan yang sudah terlanjur kita lakukan dalam kehidupan ini, Kita harus percaya bahwa di dalam Tuhan ada berkat, pertolongan, kesembuhan dan juga pemulihan di segala aspek kehidupan kita.  Tuhan Yesus sendiri berkata,  "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."  (Yohanes 10:10b).  Namun untuk mengalami berkat dan pemulihan Tuhan ada syaratnya, sebagaimana yang disampaikan Tuhan kepada bangsa Israel,  "dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka."  (2 Tawarikh 7:14).
Inilah yang Tuhan kehendaki untuk kita perbuat supaya beroleh pemulihan:
                Pertama, kita harus merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengakui dosa-dosa kita.  Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa  "...barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."  (Matius 23:12).  Merendahkan diri memiliki arti yang berbeda dari rendah diri atau minder.  Merendahkan diri merupakan lawan kata dari meninggikan diri;  merendahkan diri berarti membiarkan diri kita berada di tempat yang lebih rendah dari orang lain, di mana kita bersikap apa adanya, terbuka dengan kelemahan kita.  Merendahkan diri di hadapan Tuhan berarti menyadari akan kekurangan, keterbatasan dan ketergantungan kita sepenuhnya kepada Tuhan;  kita sadar bahwa di luar Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa  (baca  Yohanes 15:5).  Juga berarti menyadari akan keberadaan kita sebagai orang berdosa dan memohon pengampunanNya.  Dan  "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."  (1 Yohanes 1:9).  Merendahkan diri di hadapan Tuhan disebut pula sebagai orang yang rendah hati dan  "...orang yang rendah hati dikasihani-Nya."  (Amsal 3:34).  Oleh karena itu marilah kita berkata jujur kepada Tuhan, mengakui segala dosa dan pelanggaran yang telah kita perbuat, maka Dia akan mengampuni dan memulihkan kita.
Merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengakui dosa adalah awal menuju kepada pemulihan!   Alkitab menyatakan bahwa jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk tidak pernah dipandang hina oleh Tuhan  (baca  Mazmur 51:19).  Sebaliknya Tuhan sangat membenci orang yang suka meninggikan diri, angkuh dan sombong seperti yang diperbuat oleh seorang Farisi saat berdoa  (baca  Lukas 18:9-14).  Kesombongan adalah salah satu penyebab Tuhan memalingkan mukaNya terhadap seseorang, padahal yang meninggikan diri juga sulit mengakui segala kelemahan dan dosa-dosanya.  Jika demikian, sampai kapan pun kita tidak akan pernah menemukan pemulihan.  "Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan;"  (Yesaya 2:11).  Jadi  "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."   (Yakobus 4:6).
Kedua, kita harus memiliki hubungan yang karib dengan Tuhan.  Banyak orang Kristen yang tekun berdoa ketika dalam masalah saja, namun saat segala sesuatunya berjalan baik dan lancar mereka tidak lagi sungguh-sungguh mencari Tuhan.  Tuhan mau kita berdoa dengan tiada berkeputusan dan tidak jemu-jemu di segala keadaan.  Itulah jawaban mengapa kita jarang beroleh jawaban atas doa-doa kita, yaitu karena kita tidak tekun berdoa.  Mencari Tuhan harus menjadi fokus utama dalam kehidupan kita,  "...sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN."  (Mazmur 9:11), oleh karena itu,  "Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!"  (Mazmur 105:4).  Jangan hanya menginginkan berkatNya saja, sementara kita tidak mau mencari wajah-nya.  "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?"  (Lukas 18:7).

                Selanjutnya, kita harus bertobat dengan sungguh:  meninggalkan kehidupan lama dan hidup sebagai manusia baru  (baca  2 Korintus 5:17), artinya tidak lagi hidup menurut keinginan daging, tetapi menurut pimpinan Roh Kudus.

Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa MTh.

Sunday, January 4, 2015

Semua Mungkin Bagi Orang Percaya (Suyapto T)


Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahi  bagi orang yang percaya!" Markus 9:23
Tahun 2014 sudah kita lewati dengan baik, sudahkah kita merenungkan dan merefleksi balik apa yang telah kita hadapi dan kita kerjakan selama tahun lalu? Mungkin banyak hal menyenangkan yang telah kita jumpai, tapi tidak sedikit juga hal kurang baik yang sudah kita alami. Mungkin ketika kita mengalami hal tidak menyenangkan tersebut, awalnya kita berpikir, “Apakah saya bisa mengatasi-nya?” Namun seringkali apa  yang tadinya serasa impossible atau tidak mungkin, akhirnya dapat kita lalui dengan aman dan baik, dan semua ini karena Tuhan yang telah memampukan kita mengatasinya.
Dalam tahun 2014 yang baru lewat ini mungkin kita juga mengalami perjalanan dalam ketidakmungkinan baik dalam pekerjaan, bisnis, pelayanan, keluarga maupun pribadi kita. Dunia memang sedang menghadapi berbagai macam badai yang membawa kita pada satu pemikiran bahwa semuanya itu tidak mungkin kita hadapi, kalau pemikiran semacam ini kita biarkan terus bekerja dalam kehidupan kita maka kita akan cenderung mengabaikan Tuhan.
Bukankah Kisah natal menceritakan hal-hal yang serba tidak mungkin? Bagi Maria kehamilannya merupakan hal yang tidak mungkin, bahkan dapat menjadi petaka besar. Namun akhirnya ia menjadi ibu bagi Mesias, Sang Juru Selamat.
Bagi umat manusia rasanya tidak mungkin  menemukan jalan menuju ke surga, tapi dengan kelahiran Yesus, Allah membuatnya menjadi mungkin. Surga terbuka bagi kita yang percaya padaNya, keselamatan yang kekal tidak hanya dijanjikan, tapi telah kita peroleh.
Bagi orang dunia tahun 2015 adalah tahun yang penuh rahasia, penuh ketidakmungkinan, tetapi Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa semua yang nampaknya sulit dan tidak mungkin dapat menjadi mungkin bila kita membawanya dalam doa pada Tuhan: ”Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya!” (Markus 9:23)
Jagalah imanmu, jangan buat celah sehingga iblis bisa mengecohmu. Percayalah pada Yesus dan FirmanNya, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (Lukas 1:37)

Selamat Tahun Baru 2015, Berkat dan anugerah Tuhan menyertai kita
Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa MTh.

Friday, January 2, 2015

Isa Almasih dan KedudukanNya menurut Al Qu'ran dan Hadist

Shalom,

Dibawah ini adalah tulisan Ev. Muhammad Husaen Andryhah, seorang mantan tentara (Mayor), yang melayani Tuhan di Jawa Tengah [Tambak - Banyumas]. Beliau berumur 77 tahun asal Kertapati (Palembang) dan telah menginjil ke seluruh Indonesia. Kalau ke Jakarta pasti nginap di rumah saya.

Saat di Mekah pada kali yang ke 3 naik haji beliau dibuka mata rohaninya tentang Alquran dan kemudian beliau bertobat dan berhenti menjadi tentara, kemudian studi Alkitab dan menginjil ke Jawa Tengah dan menetap di sana sampai sekarang. Terakhir beliau ke Papua ke daerah Wamena dan sekitarnya pada bulan Oktober - Nopember 2008.

Silahkan membaca tulisan beliau. Tuhan Yesus Memberkati.

Ev. David Lusikooy.

NB: Jika ingin menghubungi beliau, silahkan kontak 08129210176 atau 0287-472523.
-----------------------------------------------------------------------
Isa Almasih dan KedudukanNya menurut Al Qu'ran dan Hadist

Assalamu'alaikum w.w.
Sdr. Yth. Kami persilahkan dengan penuh kesadaran dan penuh kesabaran dan direnungkan dengan baik-baik secara akal maupun secara rohani (Roh) dan  untuk untuk itu sdr dipersilahkan untuk membaca ayat-ayat sucl dibawah ini :

Masalah Firman/Kalimah
Iz  qolatil  malaaikatu  yaa Maryam Innawlooha  yubasy  syiruki  bikalimatu minhus  muhul masihu Isaabnu Maryam wajinaa fiddun-yaa wal aakhirotil  minal muqorobiin.
"Ingatlah tatkala malaikat berkata: Ya Maryam sesungguhnya Allah mengabarkan (memberikan  kabar gembira kepadamu), bahwa engkau akan mendapat  satu  Kalimah dari  pada-Nya,  nama  Almasih Isa bin Maryam yang mulia di dunia dan di akhirat dan seorang dari mereka dihampiri. (3 Ali Imran 45).
Juga dalam 4 An Nisa 171 baglan ke 5 sangat menguatkan mengenal  Firman/Kalimah.

Mengapa Isa Almasih di1ahirkan
Rob-banaa In-naka jamiiun naasi li-yaulmil-laa robi fiihi in-nal inallaha laa yukhulpul miihad.
Hai Tuhan  kami: Sesungguhnya Engkaulah Pengumpul manusia di hari kiamat yang  tidak  syak (ragu lagi adanya), sesungguhnya Allah tidak memungkiri janji. (3 Ali Imran 9, 49, 50, 60, dan 43 Az Zukhuf 63).

Isa dan Rohul Kudus
Wa laqod aatainaa musa kitabaa wa qof-faina min ba'dihii birusuli  waatainaa Isabna  Maryam bayinaati wa ayyadnaahu biruuhil qudusi afakulamaa yaa  akum rosuulu bimaa laa tahwaa an fusukumus ta' bartum fafariiqo kajabtum wafariqo ta' tuhun.
Dan sesungguhnya Kami berikan Kitab kepada Musa dan Kami utus sesudahnya beberapa utusan (rasul-rasul), dan Kami berikan kepada Isa anak Maryam beberapa  keterangan dan Kami kuatkan dengan Roh Suci, tetapi setiap datang kepadamu seorang utusan Tuhan membawa pelajaran, tidak disukai oleh kemauanmu sendiri dan kamu membesarkan diri (menyombongkan diri),  sabagian kamu dustakan dan sebagiannya kamu bunuh. (2 Al Baqarah 87)

Kematian dan Penyaliban Isa  Almasih
Wa qolihim In-naa qatalna masiiha Isabna Maryama rasuulullaahi wanaa qatal-luuhu  wamaa shalabulhuu wa laakin syubbiha lahum wa-in-nalladzinakha talafu fiihi lafu  syak minhu malahum min ilmi illa tiba'a zani wa maa qotaluhu yaqin.
Dan perkataan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh Almasih Isa anak Maryam utusan Allah (Rasul Allah). Sebenarnya mereka tidak membunuh Isa dan  menyalibnya (memakukannya di kayu palang), tetapi hanyalah  penglihatan mereka saja. Orang-orang yang berselisih faham ltu maslh dalam ragu-ragu, sebab mereka tidak mempunyai pengetahuan yang  pasti  tentang  perkara itu, hanyalah  menurut persangkaan dan tidak yakin. (4 An Nisa  157,  3 Ali Imran 112, dan 2 Al Baqarah 91)

Kebangkitan Isa Almasih
Waa inamun ahlil kitaabi ilaa layuminanna bihu qoblal mautihil wa yauma qiyaamati yakuunu alaihum syahiidaa.
Dan diantara orang-orang keturunan Kitab ada yang percaya kepada Isa sebelum matinya. Pada hari Kiamat Isa menjadi saksi bagi mereka. Menurut tafsir Al Furqan ayat 410 halaman 3, menunjukkan  bahwa Isa akan datang (turun) dan di-imani semua ahli Kitab  maksudnya  semua  orang berpegang teguh pada Kitab Torat dan Injil]. (4 An Nisa 159). Dikuatkan lagi oleh 43 Az zukhruf 61.
Menurut tafsir Al Furqan ayat 110 halaman 3, menunjukkan bahwa Isa akan datang dan kedatangannya Isa itu juga merupakan pertanda akhir zaman. Dikuatkan lagi oleh Hadist Nabi Muhammad: Bersabda Nabi Muhammad (Rassullah): "Demi Allah jiwaku ditangan-Nya sungguh Hakim akan  turun  padamu (kepada umat ini), Ibnu Maryam (Isa) menjadi Hakim yang paling adil".
43  Az Zukhruf 62 menekankan kepada kita: Janganlah sampai kamu  dipalingkan syaitan dari pada beriman kepada kedatangan Isa Almasih dan untuk hari  kiamat itu, hendaklah kamu berjaga diri, karena syaitan itu musuh kamu yang terang (nyata).

Svariat/Hukum
Nazzala alaikal kitaaba bil haqqi mushaddiqallimaa baina yadaihi wa anzalat taurata  wal  Injili. Ia turunkan Kitab kepadamu dengan  membawa  kebenaran, padahal menye-tujui (isi Kitab-Kitab) yang ada dihadapannya, dan Ia  turunkan Taurat dan lnji1. (3 Ali Imran 3) dan 5 Al Madiah 47, 48 dan 2 Al Baqarah 87.

A1kitab setelah tidak ada Isa A1masih
Fakhtalafallahzaabu min binihim fawailullil laziina zhaalamu min adzaabi yaumin aliim. Lalu berselisih golongan-golongan itu diantara mereka. Maka kecelakaan dan adzab hari pedih (siksa), bagi mereka yang zhalim (jahat). 43 Az Zukhruf 65.

Umat yang dijamin Allah
Innalladziina aamanuu walliziina haaduu washaabiuuna wannashaaraa man aamana billaahi wal yaumil akhiri wa amila shaalihan falaa khaufun alaihim wa laahum yahzanun.  Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Sabiin  (pelihat bintang) dan orang-orang Kristen, adalah  orang-orang  yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan mengerjakan perbuatan baik; sebab itu mereka tidak merasa ketakutan dan tidak menanggung duka cita.  (5  Al Madiah 69), dan dikuatkan lagi oleh 2 Al Baqarah 62.

Hari ditiup sangkakala
Wa huwalladzii khalaqas samaawaati wal ardho bil haq wa yauma yaquulu kun fayakuun qahluhul haq wa luhul mulku yauma yunfakhun fishahuur aalimul qhaibi wasysyahaadah wahuwal hakumul khabiir. Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan se-isinya. Dan Tuhan mengatakan jadilah! lalu jadi. Dan Tuhan itu  yang  benar, dan Dialah yang mempunyai kekuasaan (hak penuh) di hari sangkakala ditiup, mengetahui segala yang tersembunyipun dan  yang  terang, dan Dia yang Adil Bijaksana dan Maha tahu. (6 Al An Am 73)

Kalimah Allah sempurna
Wa tammat kalimatu rabbika shiqaw wa adlaa laamubaddila likalimaati wa huwas-samii'ul  aliim.  Dan telah sempurna Kalimah Tuhanmu dengan benar dan adil, tidak ada yang dapat mengubah Kalimah-KalimahNya, dan Dialah yang mendengar yang mengetahui. (6 Al An Am 115)

Kerajaan Allah
Allaahulladzii rafa'assamaawaati biqhairi amadin taraunahaa ssumas tawaa alal  arsyi  wa sakhkharasysyamsa wa qomar, kuluyazrii liazolim musammaa yudabbirul amra yufashillul aayati la'allakum biliqaai rabbikum tuuqnuun.
Allah-lah yang meninggikan langit dengan tidak bertiang yang kamu lihat  Dia berkuasa, kemudian Ia bersemayam atas arasy (takhta), dan Ia telah mengadakan matahari dan bulan, tiap-tiap satu berjalan menurut batas yang ditentukan, Ia atur semua urusan, Ia terangkan ayat-ayatNya supaya kamu yakin  kepada pertemuan  dengan Tuhan kamu. (13 Ar Ra'd 2), 32 As Sajadah 4, 7 Al Araf  54 dan 10 Yunus 3.

Taat tiap-tiap unsur
Huwal awwalu wal aakhiru wazhaahiru wal baathinu wa huwa bikuli syaiin alim.
Ia-lah yang awal dan yang akhir, yang zhahir dan yang bathin, dan Ia mengetahuinya  tiap-tiap  sesuatu  (57 Al Hadid 3).
Ditunjang dengan Hadist Nabi Muhammad: "Isa faa Innahu Rohullah wa Kallmatuhu" Isa itu sesungguhnya  Roh Allah dan Kalam (Firman) Allah.

Bagaimana keselamatan
Wa maakaana linafsin antumina illaa biidznillaah wa yaj'alurrijsa alalladziina laa yadiluun.  Dan tidaklah seseorang akan beriman, melainkan dengan izin Allah, dan Ia adakan siksaan atas mereka yang tidak mau berpikir. (10 Yunus 100), 7 A1 Araf 178, 13 AR Ra'd 27.

Kasih sayang dengan Rohul kudus
Izqallallahu yaa'iysabna maryam zkurni'mati alaika wa ala walidatika iz ayatuqa biruhhi qudussi tukallimu nassa fi makhdi wa khahlal wa iz alamtuqa qitabbaa wal hikmatta watarotaa wal injila wa iz tahluqu minatiyni khayati toyri bizini fatanfuhuu fiha fatakunu tuiro biizini watubiul akmaha wal abroha biizini wa izmukhrihuumauta biizini wa izkfaftu bani isro'iyl anka izjiytahum bibayinati faqalalazina kafaru minhum inhaza illa sikhruu mubiin.
Ketika Allah mengatakan: "Hai Isa anak Maryam! Ingatlah karuniaKu  kepada engkau  dan ibu engkau, ketika Aku menolong engkau dengan Ruh Suci, dan engkau berkata-kata kepada manusia dalam buaian dan sesudah dewasa, dan ingati pula ketika Aku ajarkan kepada engkau Kitab, hikmat  (kebiljaksanaan), Taurat dan Injil, dan ingat pula ketika engkau membuat bentuk burung dari tanah dengan izinKu, kemudian engkau hembuskan kedalamnya, lalu ia menjadi burung dengan izinKu, dan engkau sembuhkan orang-orang buta dan orang yang berpenyakit lepra dengan izinKu, dan ingati pula ketika engkau menghidupkan orang mati dengan izinKu, dan Aku tahan anak-anak Israel  menentang  engkau (hendak membinasakan) ketika engkau mengemukakan kepada mereka  keterangan-keterangan yang jelas, lalu orang-orang yang tidak percaya diantara  mereka mengatakan: Ini dari sihir yang terang" (5 Al Madlah 110).

Hadist Nabi Muhammad : "Barang siapa menutupi kebaikan seseorang, maka kelak aibnya di hari kiamat akan ditutup oleh Allah. Kedatangan  Isa  Almasih yang kedua kalinya dan menjadi hakim yang paling adil". Dikuatkan oleh hadist Bukhari dari Abu Hurairah didalam jilid II halaman 258 demikian bunyinya: Kaifa antum idzalabna Maryam flkum wa imaamukum minkum. Bagaimana halmu apabila ibnu Maryam (Isa) turun (datang) dan Imam dari pada kamu. Juga ditunjang oleh hadist Musnad Imam Ahmad bin Hambal dalam jilid II halaman 411: Ya syaikumin asya minkum an balaqa  Isabna Maryam Imaama Mahdiyn wa hakaman adilan. Dari padamu sekalian hal semua manusia akan bertemu dengan Isa Ibnu Maryam sebagai Imam Mahdi dan Hakim yang paling adil.

Nabi  Muhammad sendiri bersumpah dan meyakinkan kedatangan Isa  Almasih  itu yaitu  dalam hadist Muslim Sohib yang pertama halaman 100: Qolla Rosullullohu selawlohu alaihi wasalam, wawlohi Isabnu Maryam hakaman adilan.  Demi Allah sesungguhnya bakal datang (turun) Isa Almaslh putra Maryam sebagai Hakim yang adil.

Juga  dikuatkan dengan hadist Muslim Jilid I halaman 78: Keselamatan menjadi pengikut Isa Almaslh.

Wasalamu alaikum w. w.


Ev. M. Husaen Andryhah

Friday, December 26, 2014

Kekuatan Sebuah Pujian




(Pujian adalah bunyi yang paling indah dari segala jenis bunyian).

Ada dua gadis bekerja pada sebuah perusahaan yang sama. Nona Wang dan Chang. Keduanya memiliki karakter yang berbeda dan karenanya tak dapat sharing atau bertukar pikiran bersama. Walaupun keduanya tidak saling membenci, namun mereka bukanlah sahabat karib dan tak saling mengagumi cara kerja serta sifat masing-masing.

Suatu hari, nona Chang meminta teman kerja yang lain, Pak Chou, untuk menegur nona Wang agar ia memperbaiki serta mengontrol dorongan emosinya. Sebab kalau tidak demikian, tak akan ada orang yang mau berteman dengannya. Demikian alasan nona Chang. Pak Chou menyetujui permintaan nona Chang itu.

Setelah beberapa hari, nona Chang berpapasan dengan nona Wang. Nona Wang dengan penuh ramah dan sopan menegur nona Chang. Sejak itu nona Chang melihat adanya perubahan besar dalam diri nona Wang, yang kelihatannya seakan-akan telah berubah menjadi seorang peribadi baru, seorang peribadi yang menyenangkan dan disukai banyak orang.

Nona Chang lalu bertemu Pak Chou untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya, serta menanyakan resep yang dipakai Pak Chou menasihati nona Wang. Pak Chou menjawab: 'Saya hanya berkata kepada nona Wang: Saat ini ada banyak orang yang memuji dan mengagumimu. Terutama nona Chang secara istimewa mengatakan bahwa engkau sangat lemah lembut, tahu mengontrol emosi, serta disukai banyak orang]'. Nona Chang tertegun akan kehebatan Pak Chou yang telah mengubah peribadi nona Wang itu.

---------
Kita lebih mudah menilai dan mengukum dari pada memuji dan mengagumi. Namun menilai serta mengadili orang lain sering menghantar orang kepada ketidak-puasan. Jadilah pencipta damai dengan cara memuji dan mengagumi keberadaan orang lain.

Kamera




Kuangkat kameraku dan kujepret sebuah pemandangan. Aku sangat yakin bahwa yang aku jepret hari kemarin adalah pot bunga yang indah itu. Beberapa kuntum anggrek sedang memancarkan kelembutannya dan aku ingin mengabadikan memori manis dan indah ini. Namun hari ini ketika mengambil hasilnya dari toko cetak photo itu ternyata apa yang kuperoleh amatlah berbeda. Pot bunga itu nampak amat kabur. Keindahan anggrek cuma nampak samar-samar. Sementara obyek lain yang berada jauh di belakang pot itu justru amat jelas kelihatan tanpa catat dan cela.

Aku kecewa....!!! Mengapa setiap kali aku membidik sebuah obyek selalu saja nampak kabur??? Mengapa hasil jepretan tangan orang lain selalu nampak indah mempesona?? Aku bertanya diri. Ketika aku sekali lagi memperhatikan kameraku, aku menjadi sadar. Ternyata aku yang amatir ini belum mahir mengontrol fokus kameraku. Bukan gerakan tangan saat menjepret, bukan posisi berdiri, jongkok atau duduk yang mempengaruhi hasil sebuah bidikan, walau itu kadang juga penting. Tapi fokus kameralah yang amat menentukan. Aku masih harus belajar lagi....

Sebuah cakrawala baru kini terkuak lebar di depanku, saat aku memperhatikan photo-photo itu. Ternyata hidupku juga bagai menjepret sebuah pemandangan yang menuntut ketrampilan mengatur fokus. Aku harus belajar lagi dan lagi untuk menentukan fokus kamera hidupku setiap hari. Aku berbisik pada diriku.

---------------
Temanku!! Aku yakin....anda yang profesional tahu maksudku!!!