PayPal

Thursday, May 4, 2017

Kemunafikan ( Suyapto T )

"Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,"  Markus 12:38

Salah satu anggota DPR yang setuju hak angket KPK di gulirkan mengatakan bahwa harus dibongkar ‘kemunafikan’ di KPK. kita tidak membahas hak angket dan benar tidaknya pernyataannya tersebut, tapi apa yang dikatakannya itu menginspirasi kita untuk coba merenungkan apakah kita juga hidup dalam kemunafikan.
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat dikenal sebagai orang yang 'suci'.  Sayang, mereka melakukan ibadah atau kegiatan rohani hanya sebatas aktivitas fisik saja dan itu pun disertai dengan motivasi yang tidak benar, seperti tertulis: "Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang;  mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;  mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi."  (Matius 23:5-7).  Tuhan Yesus berkata,  "...di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan."  (Matius 23:28).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti munafik : Berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua. Jadi orang yang munafik tindakan yang ia lakukan hanyalah kepura-puraan. Kemunafikan adalah sifat yang sangat dibenci Tuhan! Adakah orang Kristen yang hidup dalam kemunafikan?  Jawabannya:  banyak sekali!  Saat berada di dalam ruangan ibadah atau gereja, atau saat sedang terlibat pelayanan, kita selalu terlihat begitu suci dan bersikap manis ala malaikat.  Yang di-perbincangkan hanyalah tema-tema Alkitabiah.  Tetapi sepulang dari ibadah, sikap, ucapan dan tindakannya berubah secara drastis. Di rumah mulai memperlakukan pembantunya semena-mena tanpa kasih;  para bos mulai menjalanan bisnis yang penuh dengan trik dan lain-lain.  Sampai-sampai ada istilah 'Kristen tomat' (Minggu tobat, hari lain kumat/kambuh).
Orang dunia beranggapan bahwa kemunafikan adalah cara yang dibutuhkan agar kita dapat survive dalam pergaulan dan juga karier. Terhadap orang-orang yang munafik Tuhan Yesus memakai bahasa yang cukup keras: celakalah kamu yang munafik!
Sekarang mari kita mengintropeksi diri kita sendiri, bila sampai saat ini kita masih tergolong sebagai orang-orang yang munafik, mari kita bertobat dengan sungguh, karena kemunafikan hanya akan membawa kita kepada kehancuran: Tuhan akan memalingkan wajahNya dari kita, artinya pintu berkat juga tertutup!

Gembala Sidang Anda:
Pdt Ir Suyapto Tandyawasesa MTh.

Thursday, April 13, 2017

Kebangkitan kristus Merupakan Inti Berita Kekristenan ( Suyapto T )


"Bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;"  1 Korintus 15:4
Bagi umat Kristen Paskah merupakan peringatan hari kebangkitan Yesus Kristus. Paskah berasal dari kata bahasa Ibrani Pesakh, yang arti harafiahnyaadalah lewat atau Tuhan lewat.  Hal ini menunjuk pada kisah PerjanjianLama yaitu peristiwa kematian semua anak sulung di tanah Mesir, baik manusia maupun binatang.  Di situ Allah berjalan melewati (pesakh)  setiap rumah yang pintunya ada tanda darah. Sedangkan rumah-rumah tanpa tanda darah akan mengalami tulah pemusnahan.
Pengertian Paskah dalam Perjanjian Baru secara harafiah adalah Kristus telah bangkit; arti rohaninya adalah Anak Domba Allah yang dikorbankan.  Kematian Yesus Kristus bukanlah kematian yang bisa disamakan dengan kematian para nabi atau tokoh-tokoh besar dunia mana pun, karena mereka mati dan tidak bangkit lagi. Yesus Kristus mati dan kemudian bangkit pada hari yang ke-3 membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan yang hidup dan berkuasa! Rasul Paulus menegaskan, “Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” (1 Korintus 15:13-14). Inilah yang membedakan kekristenan dengan agama lain. Iman Kristen adalah iman yang berdiri atas kebangkitan Kristus. Apabila Kristus tidak dibangkitan dari kematian, sia-sialah seluruh kepercayaan kita dan kekristenan tidak akan ada sampai detik ini. Itulah sebabnya rasul Paulus tetap semangat memberitakan Injil meski harus dihadapkan pada banyak ujian dan pederitaan. Kebangkitan-Nya pula yang memberikan kekuatan dan keberanian pada Yohanes dan Petrus untuk bersaksi di hadapan Mahkamah Agama (Baca Kisah 4:1-2)
Jadi, pengharapan hidup kita sebagai orang percaya bergantung mutlak kepada kebangkitan Kristus ini. Karena Yesus Kristus telah bangkit, kita juga akanmengalami kebangkitan itu. Ada tertulis, “...upah dosa ialah maut;” (Roma 6:23a). Satu-satunya jalan keluar dari kematian adalah maut harus dikalahkan dengan kebangkitan, dan Kristus telahmenang atas kuasa maut itu.
Berita tentang Kristus yang mati dan bangkit merupakan inti berita kekristenan, karena Tuhan Yesus maka kita dapat diselamatkan dan memiliki masa depan gemilang!
Gembala Sidang Anda: Pdt. Ir. Suyapo Tandyawasesa MTh.

Thursday, March 30, 2017

Tetap Kuat Dalam Kesulitan Hidup ( Suyapto T )


"Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar."  2 Tim 3:1
Kepada Timotius rasul Paulus mengingatkan bahwa pada hari-hari terakhirmenjelang kedatangan Tuhan yang kedua kalinya akan datang masa yang sukar. Bukankah apa yang disampaikan oleh rasul Paulus ini benar-benar sedang kita rasakan?Saat ini semua umat manusia di belahan bumi mana pun tanpa terkecuali mengalami masa-masa sukar di segala aspek kehidupan ini.  Keberadaan kita ini tak ubahnya seperti seorang prajurit yang sedang bertempur di medan peperangan,sehingga kita tidak boleh bersikap santai, berleha-leha, apalagi sampai tertidur, sebab jika kita lengah sedikit saja kita akan menjadi korban perang.  Maka dari itu"...hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya."  (Efesus 6:10).
Situasi-situasi sukar yang sedang terjadi akan membuat banyak orang menjadi lemah, takut, kuatir dan putus asa.  Namun sebagai anak-anak Tuhan yang mempunyai sandaran firman Tuhan seharusnya kita memiliki kehidupan yang berbeda dari orang-orang dunia, karena melalui firmannya Tuhan telah memberikan kepada kita petunjuk dalam menghadapi masa-masa sukar itu.  Hal yang harus kita lakukan agar dapat bertahan di tengah kesukaran yang terjadi adalah: 
1.  Kita harus berdoa.  Doa merupakan salah satu kebenaran penting yang dilakukan dan diajarkan Tuhan Yesus kepada semua orang percaya.  Tanpadoa, kita akan mengalami kematian rohani karena doa adalah nafas hidup kita, juga sebagai sarana mendekat kepada Tuhan dan berbicara denganNya.  Tuhan Yesus menasihati kita untuk terus berdoa dengan tidak jemu-jemu.  Di segala keadaan kita harus tetap berdoa  (baca 1 Tesalonika 5:17) Mengapa demikian?  Sebab  "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."  (Yakobus 5:16b).  Di dalam doa ada kuasa mengubah ketakutan menjadi kekuatan.  Dalam doa juga terkandung kuasa menghasilkan sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Jadi doa yang dilakukan dengan iman dan penuh keyakinan sangat besar kuasanya.  Saatmenghadapi kesukaran kita harus makin meningkatkan jam-jam doa kita. 
2.  Kita harus memegang teguh janji Tuhan.  Janji manusia seringkali berujung kepada ingkar dan mengecewakan, namun bila Tuhan yang berjanji cepat atau lambat pasti akan digenapi, sebab  "Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta, bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?"  (Bilangan 23:19).  Itulah sebabnya Daud berkata,  "Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau."  (Mazmur 119:11).  Karena keteguhannya dalam memegang janji Tuhan ini Daud memiliki keberanian Ilahi saat berhadapan dengan Goliat, karena ia sangat percaya akan kebesaran dan kuasa Tuhan.
Di tengah kesukaran dan goncangan yang terjadi mari makin melekat kepada Tuhan melalui doa dan iman percaya kita kepadaNya, Sebab  "...inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita." 1 Yohanes 5:4b

Gembala Sidang Anda: Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa MTh.

Thursday, March 16, 2017

Melakukan Kehendak Tuhan ( Suyapto T )


"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." Matius 7:21

Seberapa lama kita menjadi Kristen, seberapa sibuk kita melayani pekerjaan Tuhan, seberapa pintar kita memainkan alat musik di gereja, seberapa bagus suara kita saat memimpin pujian atau seberapa tinggi ilmu teologia kita tidak menjadi jaminan bahwa kehidupan kita berkenan pada Tuhan dan menyenangkan hatiNya.  Yang menjadi perhatian Tuhan dan membuat mataNya tertuju kepada kita adalah ketaatan kita dalam melakukan kehendakNya.  "Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar,"  (Mazmur 34:16).  Namun bukanlah perkara yang mudah melakukan kehendak Tuhan dalam hidup ini, terlebih-lebih kita berada di tengah-tengah dunia yang dipenuhi keinginan daging, keinginan mata dan segala keangkuhan hidup.
Dalam kehidupan sehari-hari ada banyak aturan-aturan yang dibuat dengantujuan untuk ditaati, supaya umat manusia hidup enak dan baik.  Contohnya rambu-rambu lalu lintas.  Banyak orang patuh pada rambu-rambu hanya karena mereka takut pada polisi atau takut kena tilang.  Jadi yang mendasari mereka untuk taat kepada peraturan bukanlah kesadaran dari dalam diri sendiri.  Tuhan senang jika anak-anakNya melakukan kehendakNya dan taat kepadaNya bukan karena takut kepadaNya, mengira Ia Pribadi yang kejam dengan murka yang menyala-nyala, siap menghukum siapa saja yang melanggar firmanNya.  Namun sebagai Bapa yang baik Dia lebih senang jika Ia dikasihi, dihormati dan dipercayai daripada ditakuti.
  Pertanyaan:  Apakah yang kita lakukan selama ini berjalan beriringan dengan ketaatan kita melakukan kehendak Tuhan?  Ketika kitamengasihi seseorang atau pasangan kita, segala cara akan kita tempuh untuk memenuhi setiap keinginan dan kehendak orang yang kita cintai.  Atas dasar cinta inilah segala sesuatu tidak ada yang dirasa berat, bahkan kita akan rela mengorbankan apa saja.  Begitu juga jika kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan kita akan melakukan apa pun yang menjadi kehendakNya.
                  Tujuan kehendak Tuhan sesungguhnya semata-mata untuk kebaikan kita.  Tidak ada satu pun yang merugikan, apalagi mencelakai kita.  Seringkali kita beranggapan bahwa kehendak Tuhan bertujuan mengekang dan membatasi kebebasan kita.  Padahal Tuhan memberikan 'rambu-rambu' atau aturan-aturan justru untuk memberkati dan melindungi kita dari hal-hal yang jahat.  Ketika kita taat melakukan kehendak Tuhan ada banyak keuntungan dan berkat yang tersedia bagi kita.  Karena itu kita harus punya banyak waktu bersekutu dengan Tuhan supaya kita dapat mengerti kehendak Tuhan.
"Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."  1 Yohanes 2:17
Gembala Sidang Anda: Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa MTh.

Thursday, February 2, 2017

Menjadi Orang Kristen Yang Dewasa Rohani ( Suyapto T )


"sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus."  Efesus 4:13

Berbicara tentang kedewasaan adalah berhubungan dengan karakter, cara berpikir, berperilaku dan sikap hati dalam merespons segala hal.  Mengukur kedewasaan rohani seseorang berbeda dengan jika menerkaatau menduga berapa usia orang tersebut.  Mungkin kita akan lebih mudah menebak usia seseorang dilihat dari tampilan fisik dan juga ciri-ciri biologis lainnya, apakah dia masih tergolong kanak-kanak, remaja atau sudah berusia lanjut.  Namun untuk melihat kedewasaan rohani seseorang itu tidaklah gampang, kita harus mengenal pribadi orang itu lebih dalam dan bergaul dekat dengan dia dalam kurun waktu yang tidak singkat, itu pun belum bisa menjamin sepenuhnya kita bisa tahu kedewasaan rohaninya;  jadi membutuhkan banyak waktu.
Menduga usia kedewasaan rohani seseorang memang tidaklah mudah karena kehidupan kekristenan adalah dinamis, bukan statis;  rohani orang Kristen harus terus bertumbuh dari hari ke sehari.  Tuhan menghendaki, setiap orang percaya mencapai kedewasaan penuh,  "...bukan lagi anak-anak yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan," (Efesus 4:14).
Kedewasaan seperti apa yang harus kita capai?  Salah satunya adalah harus dewasa dalam penguasaan firman Tuhan.  "...makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat." (Ibrani 5:14).  Orang yang dewasa rohani pasti mencintai firman Tuhan,hatinya terus merasa haus dan lapar terhadap firman Tuhan.  Segala pikiran dan tindakan terarah kepada firman Tuhan yang direnungkannya dengan sungguh-sungguh.  Ia tidak akan mudah tersinggung atau marah jika tertegur oleh firman Tuhan yang keras.  Jika kita masih marah, menyalahkan hamba Tuhan dan mogok ke gereja hanya karena teguran firman, berarti kita masih Kristen kanak-kanak.  Simak pernyataan Paulus:  "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak.  Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu."  (1 Korintus 13:11).
Dewasa berarti tidak lagi seperti kanak-kanak, tetapi berubah dan hidup seturut dengan firman Tuhan!
Gembala Sidang Anda: Pdt. Ir.Suyapto Tandyawasesa MTh.

Saturday, January 21, 2017

Jadilah Orang Kristen Yang Rajin ( Suyapto T )


"Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan."  Amsal 21:5

Memasuki Tahun 2017 ini kita harus memulainya dengan meminta Tuhan membimbing dan menyertai setiap langkah kita. Tetapi disamping itu kita harus melakukan bagian kita yang sepenuhnya didasari oleh Firman Tuhan. Dalam Yeremia 17:7 dikatakan,"Diberkatilah orang yang mengandakan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!"  Jadi hidup kekristenan haruslah hidup yang berserah kepada Tuhan dan senantiasa mengandakan Dia dalam segala hal.  Namun demikian bukan berarti kita sebagai orang percaya boleh bersikap pasif, menunggu, masa bodoh dan tidak mau bekerja dan berusaha.  Arti berserah dan mengandalkan Tuhan dalam segala hal adalah memiliki keyakinan yang teguh bahwa Tuhan pasti turut campur tangan daam segala hal melalui hidup kita. Yeremia juga menambahkan, "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, danyang hatinya menjauh dari pada Tuhan."  (Yeremia 17:5). Karena itu kita harus tetap mengerjakan bagian kita, melakukan apa yang menjadi tugas dan kewajiban kita, selebihnya adalah bagian dan wewenang Tuhan untuk mengerjakannya.
Tuhan telah menganugerahkan karunia dan talenta yang berbeda kepada setiap orang percaya yang harus dikobarkan dan dimaksimalkandalam kehidupan nyata untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.  Jika kita menyadari anugerah Tuhan yang besar ini kita tidak akan menjadi orang Kristen yang malas dan ogah-ogahan, sebaliknya kita akan memiliki semangat yang tinggi, mengerjakan segala sesuatu dengan semangatexcelent dan rajin mengerjakan segala sesuatunya. Paulus menasihati, "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor,..."  (Roma 12:11).  Alkitab menulis betapa besar dampak dan manfaatnya jikakita rajin: "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya." (Amsal 10:4). Bukan itu saja. Kerajinan dalam diri seseorang akan membawanya memegang kekuasaan dan juga diberi kelimpahan. Namun sebaliknya, "...kemalasan mengakibatkan kerja paksa."  (Amsal 12:24).  dan  "Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah."  (Pengkotbah 10:18).
Tuhan menghendaki agar setiap orang percaya menjauhi kemalasan! Tuhan tidak suka terhadap orang Kristen yang malas! Jadilahorang Kristen yang rajin, karena kerajinan pasti akan selalu mendatangkan hal-hal yang positif.  Adakah orang yang malas itu berhasil dalam hidupnya?
Orang yang rajin pasti akanmengalami keberhasilan dalam hidupnya, karena Tuhan senantiasa melimpahkan kasih dan kebaikanNya!
Gembala Jemaat Anda, Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa MTh.

Thursday, January 14, 2016

Jadilah Pemimpin, Bukan Boss


Betapa orang sering gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagai Boss.  H.Gordon Selfridge adalah pendiri salah satu department store di London yang merupakan salah satu Department store terbesar di dunia.  Ia  mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi seorang "Pemimpin" dan bukan menjadi "Boss"...... apakah perbedaan antara Pemimpin dengan Boss ?   Dibawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertipe Pemimpin dan orang yang bertipe Boss.

Seorang boss mempekerjakan bawahannya;  
tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka.

Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;
tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baiknya.

Seorang boss menimbulkan ketakutan;
tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.

Seorang bos mengatakan AKU ;
tetapi seorang pemimpin mengatakan KITA.

Seorang boss menunjuk siapa yang bersalah;
tetapi seorang pemimpin menunjuk apa yang salah.

Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan;
tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya

Seorang boss menuntut rasa hormat;
tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat.

Seorang bossberkata PERGI !!! ;
tetapi seorang pemimpin berkata MARI KITA PERGI !

Maka jadilah anda seorang Pemimpin dan bukan seorang Boss.
(dikutib dari:1Tan, Paul Lee, Encyclopedia of 7,700 Illustration, Garland, Texas: Bible Communications, Inc.1966.)

Ketika Yesus membasuh kaki murid muridNYA Ia bertanya, "Mengertikah kamu apa yang telah Ku perbuat kepadamu?"  Yesus adalah GURU dan TUHAN kita.   Kata GURU dan TUHAN menunjukan bahwa Yesus ada pada level yang lebih tinggi dari pada murid muridNya karena Ia tidak hanya mengajari atau memerintah mereka dengan kata kata tetapi Ia memberikan contoh terlebih dahulu bagaimana seharusnya melakukannya.   Jadilah seorang Pemimpin, bukan seorang Boss.

DOA: Bapa, ampunilah aku jika aku pernah bersikap seperti boss dan bukan sebagai pemimpin. Berilah aku kerendahan hati seperti Yesus. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Leadership is the art of getting someone else to do something that you want because he wants to do it. (Dwight D.Eisenhower)